Tanah Mulai Labil, Warga Batunanggar Desak Pemerintah Hentikan Aktivitas Penggalian Berisiko

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:56 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paluta, Sumatera Utara —

Keresahan masyarakat mencuat di Desa Batunanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, menyusul aktivitas pengambilan batu cadas di kawasan perbukitan yang diduga dilakukan tanpa izin resmi.

Kegiatan tersebut disebut telah berlangsung kurang lebih selama empat bulan terakhir. Warga menilai aktivitas itu bukan untuk kepentingan umum atau pembangunan fasilitas masyarakat, melainkan diduga untuk kepentingan pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga mengaku tidak mempermasalahkan apabila pengambilan material dilakukan demi kemaslahatan masyarakat.

Namun kondisi berbeda terjadi saat kegiatan berlangsung secara terus-menerus tanpa kejelasan legalitas maupun pengamanan lingkungan.

“Kalau untuk jalan desa atau kebutuhan masyarakat tentu kami mendukung. Tapi ini berlangsung lama dan diduga untuk kepentingan pribadi. Kami jadi takut,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (26/03/2026)

Ancaman Longsor Mulai Terlihat

Aktivitas penggalian di perbukitan tersebut kini memunculkan dampak serius. Struktur tanah di sekitar lokasi dilaporkan mulai mengalami perubahan kontur dan muncul retakan pada beberapa titik lereng.

Situasi ini semakin mengkhawatirkan warga, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Menurut keterangan masyarakat, sebelumnya hanya terlihat retakan kecil di area penggalian. Namun setelah hujan deras, sebagian tanah mengalami penurunan yang mengarah pada potensi longsor.

“Awalnya hanya retak biasa, tapi setelah hujan tanah langsung turun. Kami khawatir terjadi longsor susulan yang bisa mengancam rumah warga,” ujar warga lainnya.

Diduga Tanpa Mitigasi dan Standar Keselamatan

Warga menilai kegiatan pengambilan batu cadas dilakukan tanpa pengamanan lereng, tanpa sistem drainase yang memadai, serta tanpa kajian teknis sebagaimana lazimnya aktivitas pertambangan material.

Pengamat tata ruang dan lingkungan menegaskan bahwa setiap aktivitas penggalian, terlebih di kawasan perbukitan dekat permukiman, wajib melalui prosedur perizinan serta analisis dampak lingkungan.

Tanpa penguatan struktur tanah dan mitigasi risiko, aktivitas semacam itu berpotensi meningkatkan ancaman bencana alam, termasuk longsor yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Desakan Masyarakat: Pemerintah Harus Bertindak

Kondisi ini membuat warga Desa Batunanggar hidup dalam rasa waswas. Mereka berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi teknis terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Masyarakat meminta adanya:
Pemeriksaan legalitas aktivitas pengambilan batu cadas,
Evaluasi dampak lingkungan dan keselamatan,

Penghentian sementara kegiatan apabila terbukti melanggar aturan,
Langkah mitigasi cepat guna mencegah bencana.

Warga menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal aktivitas ekonomi, tetapi menyangkut keselamatan banyak orang.

“Kami hanya ingin rasa aman. Jangan sampai nanti terjadi longsor baru semua menyesal,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menunggu respons cepat dari pihak berwenang agar keresahan warga tidak terus berlarut dan potensi bencana dapat dicegah sejak dini.(tim)

Berita Terkait

DPMK Subulussalam Terima Keberatan Pilkam Gunung Bakti, Status Domisili Nasti Dipertanyakan dan Diminta Diverifikasi
Agus Sudrajat Bangga dengan Kekompakan dan Gebrakan Program SWI Jabar
Tidak Patuhi Putusan Inkrah Komisi Informasi, Kades Jatireja Suwandi Terancam Digugat di PTUN Bandung@
Humanis dan Visioner, Kerja Sama SWI–UMJ Buka Akses Pendidikan bagi Wartawan
Pelayanan Dipertanyakan, Pasien Kritis Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang  
Pemkab Takalar Raih Penghargaan di Jamsostek Award 2026
Diduga Gunakan Ijazah Palsu N Akhirnya akan Diilantik Sebagai Anggota BPD Pengisian Perempuan
SWI Bangun Sinergi Nasional, Dari Penguatan Organisasi Hingga Kepedulian Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Kapolres Bireuen Berikan Kejutan HUT TNI Ke-81, Antar Kue Ulang Tahun ke Kodim 0111/Bireuen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Kapolres Bireuen Bawa Kue Ulang Tahun ke Batalyon 113 JS, Ucapkan Selamat HUT TNI Ke – 81

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:51 WIB

Polres Bireuen Musnahkan Barang Bukti Narkotika, 10.505,92 Gram Sabu dan 19.340 Gram Ganja Hasil Sitaan

Kamis, 24 September 2026 - 19:01 WIB

Ketua Umum Bhayangkari Resmikan Secara Daring Bantuan Fasilitas Air Bersih di Gampong Cot Ara Kuta Blang

Rabu, 23 September 2026 - 04:20 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolres Bireuen Hadiri Bazar Pasar Murah Sambut HUT TNI Ke-81

Minggu, 20 September 2026 - 18:35 WIB

Kapolres Bireuen Bersama Dandim 0111/Bireuen Tinjau Kesiapan Akhir Jembatan Baru Krueng Tingkeum

Minggu, 20 September 2026 - 17:36 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Peresmian Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Mobilitas Masyarakat Kembali Normal Pasca Bencana

Sabtu, 19 September 2026 - 19:25 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Pembukaan AKSIOMA Kemenag Kabupaten Bireuen Tahun 2026

Berita Terbaru