Pemkab dan DPRD Takalar Jembatani Dialog Warga Laikang – PT Tiram

Husaini nappu

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:00 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TAKALAR// Perwirapost id – Guna mengurai sumbatan komunikasi terkait rencana pembangunan kawasan industri di Desa Laikang, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal duduk bersama manajemen PT Tiran serta perwakilan masyarakat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD, Senin (8/6/2026). Forum strategis yang berlangsung dialogis dan kondusif ini diinisiasi oleh parlemen sebagai jembatan netral untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mengklarifikasi berbagai isu yang berkembang.

Pertemuan krusial ini turut dikawal oleh Wakapolres Takalar serta jajaran legislator lintas dapil, termasuk Achmad Sabang, Achmad Nyengka, Habibie, dan Muhammad Bakri dari Dapil II, serta Nur Alim Rukman, Hj. Tinri, dan H. Limpo dari Dapil I dan III.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal menegaskan bahwa kehadiran lembaga legislatif adalah untuk memastikan seluruh suara masyarakat didengar secara langsung tanpa perantara. Ia menggarisbawahi bahwa komunikasi yang terbuka, jujur, dan konstruktif antara warga lokal dan pihak investor menjadi modal utama agar proyek berjalan harmonis. Anggota dewan sepakat bahwa investasi harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak masyarakat, sehingga roda pembangunan yang bergerak di wilayah Laikang benar-benar melahirkan manfaat yang berkeadilan bagi seluruh pihak.

Menanggapi dinamika tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye meluruskan bahwa proyek Kawasan Industri Laikang ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang regulasinya sudah berjalan sebelum ia menjabat. Namun, Daeng Manye menekankan bahwa pemerintah daerah memegang posisi tegas untuk mengawal investasi ini agar tidak mengorbankan warga lokal. “Pemerintah daerah berkepentingan memastikan investasi yang masuk tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. Investasi raksasa ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru, tanpa sedikit pun mengabaikan aspek sosial dan ekologi.

Di sisi lain, perwakilan masyarakat Desa Laikang yang hadir didampingi Kepala Desa mendesak transparansi penuh dari PT Tiram, terutama menyangkut rumor hangat mengenai rencana pembangunan pabrik nikel di wilayah mereka yang memicu kekhawatiran publik.

Menjawab keresahan tersebut, perwakilan PT Tiran sekaligus Kawasan Industri Takalar (KITA), Jimmy, langsung memberikan bantahan resmi di hadapan forum. “Tidak ada rencana pembangunan pabrik nikel dalam perencanaan kawasan industri tersebut,” tegas Jimmy, yang seketika memberikan kejelasan dan meredam spekulasi yang beredar di tengah masyarakat.

Menutup RDP yang berjalan produktif tersebut, seluruh pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi ke tahapan yang lebih konkret.

Sebagai tindak lanjut nyata, DPRD Takalar berkomitmen untuk kembali menjadwalkan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat dengan agenda tunggal: membedah cetak biru dan informasi rinci terkait pembangunan kawasan industri tersebut. Langkah ini diambil demi memenuhi hak keterbukaan informasi yang dituntut oleh masyarakat, sekaligus memastikan iklim investasi di Kabupaten Takalar tetap sehat, aman, dan berpihak pada kesejahteraan warga. (Irwandi )

Berita Terkait

DPMK Subulussalam Terima Keberatan Pilkam Gunung Bakti, Status Domisili Nasti Dipertanyakan dan Diminta Diverifikasi
Agus Sudrajat Bangga dengan Kekompakan dan Gebrakan Program SWI Jabar
Tidak Patuhi Putusan Inkrah Komisi Informasi, Kades Jatireja Suwandi Terancam Digugat di PTUN Bandung@
Humanis dan Visioner, Kerja Sama SWI–UMJ Buka Akses Pendidikan bagi Wartawan
Pelayanan Dipertanyakan, Pasien Kritis Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang  
Pemkab Takalar Raih Penghargaan di Jamsostek Award 2026
Diduga Gunakan Ijazah Palsu N Akhirnya akan Diilantik Sebagai Anggota BPD Pengisian Perempuan
SWI Bangun Sinergi Nasional, Dari Penguatan Organisasi Hingga Kepedulian Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bukit Tusam Tingkatkan Patroli K2YD, Sampaikan Sosialisasi Bahaya Karhutla

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Launching Inovasi Layanan Dokumen Kependudukan “Tuntas di Kecamatan”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Jelang Musda X DPD Partai Golkar, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sterilisasi dan Kesiapan Pengamanan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Polisi Bersama Masyatakat, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Polisi Meupep-Pep, Edukasi Keselamatan di Pagi Hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:32 WIB

HUT TNI ke-81, Kapolres Aceh Tenggara Hadir Bersama Forkopimda dalam Semangat Kebersamaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:49 WIB

Usai Upacara HUT ke-81 TNI, Kapolres Aceh Tenggara Beri Kejutan Penuh Makna untuk Kodim 0108/Agara

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Retribusi Proyek BUMN di Aceh Tenggara Dipertanyakan, Pengusaha Quarry Soroti Potensi Pendapatan Daerah yang Tak Tertagih PT Nawi Sekedang Group mengaku patuh memenuhi kewajiban sesuai ketentuan. Mereka mempertanyakan mengapa masih ada potensi retribusi daerah yang disebut tidak dapat dipungut pemerintah.

Berita Terbaru