Jika Saja Ijazah Jokowi Asli

PERWIRA POST

- Redaksi

Minggu, 31 Agustus 2025 - 17:11 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Sri Radjasa, M.BA (Pemerhati Intelijen)

BANGSA ini seolah hidup di rumah tipe 21 yang pengap dimana ketika melangkah ke depan ijazah Jokowi, ke belakang ijazah Jokowi, ke kiri dan kanan pun sama saja. Dimana pun kaki melangkah, bayang-bayang selembar kertas bernama ijazah itu terbentang luas, menutupi lanskap politik negeri. Kita seakan terhipnotis oleh pesona seorang mantan presiden yang bahkan setelah turun tahta, auranya tetap menyihir para jenderal bintang empat hingga politisi kawakan.

Lucunya, skandal ijazah yang mestinya hanya jadi bahan obrolan warung kopi berubah jadi panggung politik nasional. Presiden baru yang dulunya terkenal meledak-ledak, tiba-tiba menjadi selembut kapas ketika berhadapan dengan bayang-bayang Jokowi. Ada semacam pesona aneh yang macho sekaligus erotis seakan membuat para penguasa negeri kehilangan logika di hadapan lelaki asal Solo itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang membuat publik ternganga bukan sekadar tuduhan ijazah palsu, melainkan bagaimana Jokowi menanggapinya dengan tenang, senyum tipis, seolah sedang menonton wayang yang ia sendiri dalangnya. Tak ada kegugupan, tak ada rasa bersalah. Kebohongan baginya bukan dosa, melainkan seni. Seperti pelukis ulung, ia melapis kebohongan demi kebohongan hingga membentuk kanvas politik yang memikat mata, meski tak jelas kebenarannya.

Di negeri lain, politisi yang tersandung dugaan ijazah palsu mungkin sudah tenggelam dalam malu, namun disini, justru tumbuh menjadi mitos. Bahkan semakin banyak yang meragukan, semakin kuat pula pesonanya. Publik seolah lupa bahwa syarat menjadi presiden di negeri ini bukan sekadar ijazah asli, melainkan ijazah yang “diyakini asli”. Maka jangan heran bila orang yang tersandung tuduhan bisa tetap melenggang ke istana, sebab negeri ini sudah terbiasa menukar standar hukum dengan standar hiburan.

Ironinya, publik yang paling gaduh menyoal ijazah justru sering kali tak sadar sedang menjadi figuran dalam panggung besar Jokowi. Mereka mengejar-ngejar keaslian ijazah, sementara Jokowi sudah melangkah jauh dengan strategi politik yang nyata. Seperti orang sibuk mencari benang yang kusut di tikar, padahal rumahnya sudah hampir terbakar.

Mungkin benar, sejarah telah menakdirkan Jokowi sebagai politisi dengan cacat bawaan yang lahir dari rahim demokrasi yang setengah matang, dibesarkan dalam budaya politik yang menganggap bohong sebagai keterampilan bertahan hidup. Dengan ijazah yang diragukan saja ia bisa dua kali menjadi presiden, bayangkan jika ijazahnya benar-benar asli? Mungkin negeri ini sudah terlalu kecil untuk menampung ambisinya.

Karena itu, boleh jadi kita patut bersyukur kepada Tuhan bahwa Jokowi hanya ditakdirkan dengan ijazah yang selalu diperdebatkan. Sebab jika ia dibekali ijazah yang benar-benar sahih, mungkin kita sudah melihat republik ini bukan sekadar bergetar, melainkan luluh lantak.

Berita Terkait

Membelah Bukit, TMMD Hadirkan ‘Merah Putih’ di Gunung Cut
Menakar Gerakan Makar Lengserkan Prabowo
Rakyat Mengencangkan Ikat Pinggang, DPR Menambah Tunjangan
Operasi Garis Dalam: Dinasti, Propaganda, dan Ancaman Negara Gagal
Ketika Negara Menutup Jendela Kejujuran
Whoosh, Dari Rel ke Jerat Hutang
Bangsa Pengecut yang Gunakan Hukum untuk Kejahatan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Mengetuk Pintu Langit Lewat Air Bersih: Jejak Humanis Satres Narkoba Polres Takalar di Tanah Laikang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Gebyar QRIS PAD Takalar Semarakkan HUT ke-81 RI, Bayar PBB-P2 Digital Berhadiah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Jembatan Garuda Merah Putih Diresmikan, Akses Warga Pallantikang dan Air Bersih Kini Lebih Terjamin

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Dandim 1426/Takalar Paparkan Peran TNI AD Dukung Pembangunan dan Program Pemerintah Lewat Siaran Radio 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Jelang Pemberian Remisi HUT Ke-81 RI, Kalapas Takalar Perkuat Sinergi dengan Pemkab Takalar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Pertama Kali Digelar, Bupati Takalar Daeng Manye Tegaskan Disiplin ASN melalui Apel Sore

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:56 WIB

P3A Tamalanrea di Desa Patani Disorot: Anggaran Negara Digelontorkan, Jaringan Irigasi Dipertanyakan Manfaatnya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumat Curhat Jadi Jembatan Dialog, Kapolsek Mappakasunggu Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat

Berita Terbaru