Mantan Warga Binaan Angkat Bicara, Tegaskan Isu “Lodes” di Lapas Pematang Siantar adalah Hoaks

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:58 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN –

Pemberitaan yang menyebut Lapas Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar sebagai sarang praktik penipuan online (lodes) dipastikan tidak benar dan merupakan hoax serta fitnah keji yang mencoreng nama baik institusi pemasyarakatan.

Isu yang berkembang liar tersebut dinilai tidak berdasar, tendensius, dan sarat kepentingan tertentu yang berupaya menggiring opini publik secara negatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuduhan adanya pembiaran hingga keterlibatan oknum pejabat dalam praktik ilegal itu ditegaskan tidak memiliki bukti valid dan jauh dari fakta yang sebenarnya.

Sejumlah mantan warga binaan yang baru saja bebas dari Lapas tersebut, berinisial Rz, Fd dan RS, kepada awak media, Rabu (18/03/2026) memberikan pengakuan yang justru membantah seluruh narasi miring tersebut.

Mereka menegaskan bahwa selama menjalani masa pidana, pengawasan di dalam Lapas berlangsung ketat dan terkontrol.

“Saya baru keluar dari dalam, dan apa yang diberitakan itu tidak benar. Tidak ada yang namanya bebas main handphone apalagi sampai menjalankan penipuan seperti yang dituduhkan. Justru petugas sangat tegas, razia rutin dilakukan,” ungkapnya.

Mereka juga menyebut bahwa tudingan adanya tarif fantastis hingga ratusan juta rupiah untuk “fasilitas lodes” merupakan cerita yang dibuat-buat.

Menurutnya, kehidupan di dalam Lapas jauh dari gambaran liar yang disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Kalau ada yang bilang bayar ratusan juta supaya bisa bebas beroperasi, itu jelas mengada-ada. Kami di dalam justru dibatasi, diawasi, dan tidak sembarangan. Narasi itu terbalik dari kenyataan,” tegasnya.

Lebih lanjut, mereka mengungkapkan bahwa petugas Lapas justru konsisten melakukan upaya pencegahan terhadap segala bentuk pelanggaran, termasuk peredaran alat komunikasi ilegal yang kerap menjadi pemicu kejahatan dari dalam Lapas.

Pihak Lapas sendiri disebut terus berkomitmen menjaga integritas dan menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku. Upaya pengamanan berlapis, razia berkala, serta pengawasan ketat menjadi bukti nyata bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.

Dengan adanya klarifikasi dan pengakuan langsung dari mantan warga binaan, diharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Penyebaran berita hoax seperti ini tidak hanya merugikan institusi, tetapi juga menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

Pemberitaan yang tidak berimbang dan tanpa konfirmasi menyeluruh diharapkan menjadi perhatian semua pihak, agar tidak menjadi alat penyebar fitnah yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga negara.(red)

Berita Terkait

DPMK Subulussalam Terima Keberatan Pilkam Gunung Bakti, Status Domisili Nasti Dipertanyakan dan Diminta Diverifikasi
Agus Sudrajat Bangga dengan Kekompakan dan Gebrakan Program SWI Jabar
Tidak Patuhi Putusan Inkrah Komisi Informasi, Kades Jatireja Suwandi Terancam Digugat di PTUN Bandung@
Humanis dan Visioner, Kerja Sama SWI–UMJ Buka Akses Pendidikan bagi Wartawan
Pelayanan Dipertanyakan, Pasien Kritis Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang  
Pemkab Takalar Raih Penghargaan di Jamsostek Award 2026
Diduga Gunakan Ijazah Palsu N Akhirnya akan Diilantik Sebagai Anggota BPD Pengisian Perempuan
SWI Bangun Sinergi Nasional, Dari Penguatan Organisasi Hingga Kepedulian Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Pererat Silaturahmi dengan Ulama dan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Ucapan Terima Kasih Warga Pematang Asilum: Bantuan Kapolres Simalungun untuk Masjid Al-Ikhlas Dinilai Jadi Amal Jariah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Lapas Pasir Pangarayan Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan yang Melarikan Diri dan Berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 15:04 WIB

Kuasa Hukum Korban Curanmor Datangi Satreskrim Polresta Pekanbaru Kawal Kasus

Selasa, 22 September 2026 - 01:38 WIB

BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?

Jumat, 18 September 2026 - 16:59 WIB

Dugaan Penganiayaan di BPN Kota Bandung, LSM KOREK Desak Polisi Periksa CCTV

Sabtu, 12 September 2026 - 23:28 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Tim Resmob Polres Simalungun Gelar Patroli Skala Besar di Malam Libur

Senin, 7 September 2026 - 22:02 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!

Berita Terbaru