Misteri Rp600 Juta di Rekening BK, Saharuddin: Saya Hanya Meminjam Rekening dan Menarik Semua Dana Dalam Dua Tahap

Husaini nappu

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:23 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA// Perwirapost.id – Mengingat Kesaksian Saharuddin dalam Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa terkait dugaan pengondisian proyek pengadaan seragam sekolah gratis senilai Rp15 miliar, Dalam persidangan, ia mengakui meminta izin menggunakan rekening pribadi Muhammad Basri alias BK sebagai tempat dana operasional dan biaya ekspedisi sebesar Rp600 juta yang ditransfer oleh pihak penyedia.

‎Pengakuan tersebut disampaikan saat anggota Pansus mempertanyakan alasan dana proyek tidak ditransfer ke rekening pribadi Saharuddin, melainkan ke rekening BK.

‎”Waktu saya menelepon Pak BK, saya bilang, ‘Izin Kak, saya mau pakai rekeningnya.’ Beliau bertanya, ‘Untuk apa?’ Saya jawab ada uang operasional dari teman saya dan uang ekspedisi untuk pengantaran ke sekolah-sekolah. Beliau langsung mengiyakan,” kata Saharuddin dalam Sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa di Gedung DPRD Gowa, Rabu (24/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Saharuddin menjelaskan, dana tersebut diminta kepada pihak vendor untuk kepentingan operasional pengiriman seragam sekolah.

‎”Saya minta ke pihak vendor untuk pengurusan ekspedisinya. Yang pertama Rp500 juta, yang kedua Rp100 juta,” ujarnya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa penggunaan rekening BK bukan kali pertama dilakukan. Menurutnya, saat itu rekening pribadinya sedang dalam kondisi yang berpotensi menyebabkan dana yang masuk langsung terpotong oleh pihak bank.

‎”Sebelum-sebelumnya saya juga sering memakai rekening BK. Rekening pribadi saya waktu itu sedang jatuh tempo di bank, jadi kalau ada dana masuk akan otomatis terpotong,” tuturnya.

‎Meski menggunakan rekening BK, Saharuddin menegaskan Muhammad Basri tidak memiliki keterkaitan dengan proses pengadaan seragam sekolah gratis maupun aliran dana tersebut.

‎”Dalam kegiatan pengadaan baju seragam itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pak BK. Saya hanya memakai rekening beliau dan tidak ada istilah bagi-bagi dana dari uang tersebut,” tegasnya.

‎Saharuddin juga mengaku seluruh dana yang masuk ke rekening BK kemudian diambil kembali olehnya secara tunai dalam dua tahap.

‎”Waktu itu saya ambil semua dana yang masuk ke rekening BK. Semua dana itu saya ambil dalam dua kali penarikan,” ucapnya.

‎Ia kembali menegaskan bahwa dana Rp600 juta yang ditransfer ke rekening BK bukan diperuntukkan bagi pemilik rekening, melainkan digunakan sebagai biaya operasional dan pengiriman seragam ke sekolah-sekolah.

‎Dalam sidang yang dipimpin Ketua Pansus Muh Kasim Sila, didampingi Wakil Ketua Asrul Makkarausu dan Sekretaris Lukman Naba, pihak penyedia juga menyampaikan keterangan mengenai aliran dana tersebut.

‎Sales Marketing PT Urban Ritel Internasional, Ika Sri Rejeki, mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui Muhammad Basri atau Om Bas sebagai atasan Saharuddin. Ia mengatakan komunikasi terkait sejumlah proyek di Sulawesi Selatan, termasuk pengadaan seragam sekolah gratis, lebih banyak dilakukan bersama Saharuddin.

‎”Dana yang ditransfer ke rekening atas nama Muh Basri itu atas instruksi Syahar yang mengatakan dana tersebut untuk operasional. Dana dikirimkan dua kali, pertama Rp500 juta dan kedua Rp100 juta, sehingga totalnya Rp600 juta,” ujar Ika dalam keterangannya di hadapan Pansus.

sumber : Indiwarta

Berita Terkait

DPP LPPI Soroti Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong: Jangan Asal Menyimpulkan, Itu Rumah Dinas!
VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya
Rafly Jatilukito Ajak Generasi Muda Kawal September Hitam dengan Aksi Damai
Prof DR Sutan Nasomal : UU Perampasan Aset. Presiden RI Harus Berani Bongkar Kekayaan Tidak Wajar Elit Partai Dan Pejabat Negara
DPMK Subulussalam Terima Keberatan Pilkam Gunung Bakti, Status Domisili Nasti Dipertanyakan dan Diminta Diverifikasi
FRONTAL Jawa Timur, Tekankan Pentingnya Regulasi Transportasi Online yang Berkeadilan
600 Pengemudi Ojol Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Ragunan
PERON 26 Serukan Persatuan Driver Online, Dorong Kesejahteraan dan Perlindungan Profesi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:32 WIB

HUT TNI ke-81, Kapolres Aceh Tenggara Hadir Bersama Forkopimda dalam Semangat Kebersamaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:49 WIB

Usai Upacara HUT ke-81 TNI, Kapolres Aceh Tenggara Beri Kejutan Penuh Makna untuk Kodim 0108/Agara

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Retribusi Proyek BUMN di Aceh Tenggara Dipertanyakan, Pengusaha Quarry Soroti Potensi Pendapatan Daerah yang Tak Tertagih PT Nawi Sekedang Group mengaku patuh memenuhi kewajiban sesuai ketentuan. Mereka mempertanyakan mengapa masih ada potensi retribusi daerah yang disebut tidak dapat dipungut pemerintah.

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Personel Babul Makmur Sampaikan Imbauan Karhutla Saat Sawe Kede Kopi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Respons Cepat Polres Agara, 13 Paket Sabu dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan di Desa Pulo Gadung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Bireuen Pimpin Serah Terima Jabatan Kabagren dan Kabag SDM

Selasa, 29 September 2026 - 20:49 WIB

Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

13 Paket Sabu Tersembunyi di Bawah Lantai Kedai, Dua Pria Diamankan Polres Aceh Tenggara

Berita Terbaru