Masyarakat Km Malahayati Meminta Kepada BPJN Agar Jalan Malahayati Aceh Besar Dibangun Dua Jalur

PERWIRA POST

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 04:00 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Besar – Menurut beberapa masyarakat di wilayah jalan Km Malahayati, Aceh Besar, mulai dari Krueng Cut hingga Krueng Raya, sering terjadi kecelakaan karena ruas badan jalan yang sempit dan jumlah kendaraan yang semakin banyak. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.

Salah satu warga Khaju, Kecamatan Baitussalam, Marwan, mengatakan kepada media pada Minggu, 18 Oktober 2025, bahwa ruas jalan nasional Km Malahayati sudah seharusnya dibuat dua jalur.
“Jumlah kendaraan semakin ramai, banyak truk bahkan dump truk yang lalu lalang di jalur ini. Karena sering terjadinya kecelakaan, kami sangat berharap kepada pemerintah, khususnya dinas terkait, yaitu BPJN (Balai Pembangunan Jalan Nasional), agar membuka dua jalur di ruas jalan nasional tersebut, sehingga tidak lagi terjadi kecelakaan,” ujar Marwan.

Sementara itu, Geuchik Gampong Neuheun, Yan, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan bahwa di daerah ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Kami, seluruh warga Neuheun, sangat berharap jalan tersebut dibuka dua jalur. Jika tidak, kecelakaan akan terus terjadi, bahkan banyak korban meninggal dunia. Maka dari itu, kami sangat berharap kepada pihak pemerintah melalui dinas terkait agar memprogramkan pembangunan jalan nasional Malahayati—terutama di kawasan industri—menjadi dua jalur,” harap Yan, Geuchik Gampong Neuheun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Tim Investigasi mencoba menghubungi Ketua IWOI Aceh yang berdomisili di Km Malahayati, tepatnya di Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Melalui sambungan telepon pada Sabtu, 18 Oktober 2025, beliau yang sedang berada di luar daerah menjelaskan bahwa pembangunan dua jalur sangat diperlukan.
“Dengan adanya dua jalur, kendaraan-kendaraan besar seperti truk, dump truk, maupun kontainer tidak akan saling mendahului. Hal ini akan membuat pengendara roda dua lebih nyaman, apalagi di sini banyak anak sekolah. Kecelakaan sering sekali terjadi,” ujar Ketua DPW IWOI Aceh melalui telepon seluler.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan dua jalur di kawasan jalan nasional Malahayati.
“Ini adalah PR kita bersama, bukan hanya bagi dinas terkait, tetapi juga seluruh tokoh masyarakat yang berada di Km Malahayati. Jalan nasional Km Malahayati melintasi beberapa gampong dan kecamatan, khususnya Kecamatan Baitussalam dan Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar,” tambahnya.

“Kami, atas nama masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan nasional Km Malahayati, sangat berharap kepada BPJN dan Pemerintah Aceh agar peduli terhadap keselamatan lalu lintas masyarakat, khususnya para pengguna jalan nasional Km Malahayati,” tutup Ketua DPW IWOI Aceh. (*)

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bukit Tusam Tingkatkan Patroli K2YD, Sampaikan Sosialisasi Bahaya Karhutla

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Launching Inovasi Layanan Dokumen Kependudukan “Tuntas di Kecamatan”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Jelang Musda X DPD Partai Golkar, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sterilisasi dan Kesiapan Pengamanan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Polisi Bersama Masyatakat, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Polisi Meupep-Pep, Edukasi Keselamatan di Pagi Hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:32 WIB

HUT TNI ke-81, Kapolres Aceh Tenggara Hadir Bersama Forkopimda dalam Semangat Kebersamaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:49 WIB

Usai Upacara HUT ke-81 TNI, Kapolres Aceh Tenggara Beri Kejutan Penuh Makna untuk Kodim 0108/Agara

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Retribusi Proyek BUMN di Aceh Tenggara Dipertanyakan, Pengusaha Quarry Soroti Potensi Pendapatan Daerah yang Tak Tertagih PT Nawi Sekedang Group mengaku patuh memenuhi kewajiban sesuai ketentuan. Mereka mempertanyakan mengapa masih ada potensi retribusi daerah yang disebut tidak dapat dipungut pemerintah.

Berita Terbaru