PW GPA DKI : Narasi Tuntutan Pembubaran DPR Diduga Didorong Kepentingan Asing

PERWIRA POST

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:30 WIB

50267 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 29 Agustus 2025 — Sejumlah kalangan menyoroti dinamika politik terbaru terkait aksi demo tuntutan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai tidak hanya sebagai manuver internal, melainkan juga diduga kuat dipengaruhi oleh kepentingan asing. Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran serius terkait upaya pelemahan sistem demokrasi dan kedaulatan politik nasional.

“Indikasi adanya intervensi eksternal dalam proses politik domestik tidak bisa diabaikan begitu saja. Pembubaran DPR, jika benar-benar dilakukan, bisa menjadi pintu masuk bagi kekuatan asing untuk melemahkan institusi demokrasi kita dari dalam,” ujar Ketua GPA Provinsi DKI Jakarta, Dedi Siregar, dalam pernyataan resminya.

Berdasarkan informasi yang beredar di berbagai kalangan diplomatik dan analis geopolitik, mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono juga mengetahui adanya campur tangan asing di balik kericuhan demo pada 28 Agustus di DPR RI. Diduga ada pihak asing yang memiliki pengaruh besar terhadap negaranya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terdapat dugaan bahwa beberapa kekuatan asing memiliki kepentingan strategis untuk memengaruhi arah kebijakan nasional Indonesia, terutama di bidang sumber daya alam, pertahanan, dan regulasi ekonomi.

“Langkah-langkah delegitimasi lembaga legislatif bisa jadi bagian dari skenario jangka panjang untuk mengalihkan kontrol terhadap kebijakan negara. Ketika lembaga perwakilan rakyat dilemahkan atau dibubarkan, maka ruang partisipasi publik dan transparansi pemerintahan juga ikut terkikis,” tambah Dedi Siregar.

Pihaknya mendesak agar Presiden dan seluruh pemangku kepentingan menjaga stabilitas sistem ketatanegaraan dan tidak terjebak pada tekanan eksternal maupun kepentingan kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan situasi.

Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya membangun kemandirian melalui empat program utama: kedaulatan pangan, kedaulatan energi, hilirisasi industri, dan MBG. “Cita-cita besar ini pasti menghadapi tantangan. Salah satunya, pihak asing mencoba mengacaukan bangsa ini dengan memanfaatkan momentum,” tegas Dedi.

“Kami menolak segala bentuk intervensi asing dalam urusan politik dalam negeri. Kami meminta kepada pemerintah untuk tetap menjaga keutuhan lembaga demokrasi seperti DPR sebagai wujud kedaulatan rakyat.”

Sementara itu, masyarakat sipil, akademisi, dan tokoh-tokoh nasional diimbau untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam narasi opini di media sosial yang mem-framing isu pembubaran DPR. Integritas proses demokrasi harus tetap dijaga di tengah meningkatnya polarisasi dan potensi manipulasi informasi yang kian masif.

Salam hormat,
PIMPINAN WILAYAH
GERAKAN PEMUDA AL WASHLIYAH
PROVINSI DKI JAKARTA

KETUA,
Dedi Siregar

Berita Terkait

Nonaktifkan Kalapas Cibinong, DPP LPPI : Menteri Imipas Agus Andrianto Tak Main-Main Benahi Imipas
Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman
Home Industry Tembakau Sintetis Digerebek, Pengamat Apresiasi Kapolres Cimahi
Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
Tolak Penggiringan Opini, Pengamat : Sikap Budi Arie Tetap Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran*
Humanis dan Visioner, Kerja Sama SWI–UMJ Buka Akses Pendidikan bagi Wartawan
SWI Bangun Sinergi Nasional, Dari Penguatan Organisasi Hingga Kepedulian Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bukit Tusam Tingkatkan Patroli K2YD, Sampaikan Sosialisasi Bahaya Karhutla

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Launching Inovasi Layanan Dokumen Kependudukan “Tuntas di Kecamatan”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Jelang Musda X DPD Partai Golkar, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sterilisasi dan Kesiapan Pengamanan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Polisi Bersama Masyatakat, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Polisi Meupep-Pep, Edukasi Keselamatan di Pagi Hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:32 WIB

HUT TNI ke-81, Kapolres Aceh Tenggara Hadir Bersama Forkopimda dalam Semangat Kebersamaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:49 WIB

Usai Upacara HUT ke-81 TNI, Kapolres Aceh Tenggara Beri Kejutan Penuh Makna untuk Kodim 0108/Agara

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Retribusi Proyek BUMN di Aceh Tenggara Dipertanyakan, Pengusaha Quarry Soroti Potensi Pendapatan Daerah yang Tak Tertagih PT Nawi Sekedang Group mengaku patuh memenuhi kewajiban sesuai ketentuan. Mereka mempertanyakan mengapa masih ada potensi retribusi daerah yang disebut tidak dapat dipungut pemerintah.

Berita Terbaru